Fathiyahalawiyah's Blog

Just another WordPress.com weblog

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP DUNIA PENDIDIKAN Januari 4, 2010

Filed under: tugas — fathiyahalawiyah @ 11:49 pm

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN

TERHADAP DUNIA PENDIDIKAN

MAKALAH

Untuk memenuhi tugas matakuliah

Bahasa Indonesia Keilmuan

yang Dibina Oleh Bapak Drs. Sunoto, M.Pd.

Oleh

Fathiyah Alawiyah

108231416299

UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS SASTRA
JURUSAN SASTRA ARAB

November 2009

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah swt. karena limpahan rahmat dan taufiq-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan lancar.

Pada makalah ini penulis mengangkat judul “Peranan Media Pembelajaran terhadap Dunia Pendidikan” yang sengaja penulis susun untuk melengkapi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia Keilmuan.

Dalam pembuatan makalah ini, kami dibantu oleh berbagai pihak. Oleh karena itu kami ucapkan terimakasih kepada :

  1. Bapak Drs. H. Moh. Khasairi, M.Pd. selaku Ketua Jurusan Sastra Arab
  2. Bapak Drs. Sunoto, M.Pd. selaku Dosen matakuliah Bahasa Indonesia Keil­muan atas bimbingan dan arahan yang telah diberikan
  3. Kedua orang tua yang telah memberikan dukungan moril maupun materil
  4. Teman- teman yang telah membantu menyelesaikan makalah ini
  5. Serta semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu.

Makalah ini masih sangat jauh dari sempurna, kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan guna perbaikan makalah ini.

Akhirnya sekian dari penulis, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan para pembaca umumnya.

Malang, Desember 2009

Penulis

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pembelajaran adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dan anak didik. Interaksi yang bernilai edukatif dikarenakan kegiatan pembelajaran yang dilakukan diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaran dilakukan. Guru dengan sadar melakukan kegiatan pengajarannya secara sistematis dengan memanfaatkan segala sesuatunya guna kepentingan pengajaran. Harapan yang tidak pernah sirna dan selalu guru tuntut adalah bagaimana bahan pelajaran yang disampaikan guru dapat dikuasai anak didik secara tuntas. Ini merupakan masalah yang cukup sulit yang dirasakan oleh guru. Kesulitan itu dikarenakan anak didik bukan hanya sebagai individu dengan segala keunikannya, tetapi mereka juga sebagai makhluk sosial dengan latar belakang yang berbeda. Paling sedikit ada tiga aspek yang membedakan anak didik satu dengan yang lainnya, yaitu aspek intelektual, psikologis, dan biologis. Ketiga aspek tersebut diakui sebagai akar permasalahan yang melahirkan bervariasinya sikap dan tingkah laku anak didik di sekolah. Hal itu pula yang menjadikan berat tugas guru dalam mengelola kelas dengan baik. Keluhan-keluhan guru sering terlontar hanya karena masalah sukarnya mengelola kelas. Akibat kegagalan guru mengelola kelas, tujuan pengajaran pun sukar untuk dicapai. Hal ini kiranya tidak perlu terjadi, karena usaha yang dapat dilakukan masih terbuka lebar. Salah satu caranya adalah dengan meminimalkan jumlah anak didik di kelas. Mengaplikasikan beberapa prinsip pengelolaan kelas. Kelas adalah upaya lain yang tidak bisa diabaikkan begitu saja. Pendekatan terpilih mutlak dilakukan guna mendukung pengelolaan kelas. Disamping itu, juga perlu memanfatkan beberapa media pelajaran yang telah ada dan mengupayakan pengadaan media pendidikan baru demi terwujudnya tujuan bersama.

B. Ruang Lingkup Masalah

Hal-hal yang terkait dengan Media Pembelajaran sangatlah luas. Tetapi pada makalah ini penulis membatasi permasalahan tentang Media Pembelajaran dan merumuskan permasalahannya, yakni tentang Pengertian Media Pembelajaran, Macam-Macam Media Pembelajaran, dan Peran Media Pembelajaran terhadap Dunia Pendidikan.

C. Tujuan Pembahasan

  1. Untuk mengetahui definisi media pembelajarn

  2. Untuk mengetahui macam-macam media pembelajaran

  3. Untuk mengetahui peran media pembelajaran terhadap dunia pendidikan

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Pengertian Media Pembelajaran

Menurut Nugraha (dalam http://yudinugraha.co.cc/, 2008) kata media berasal dari bahasa Latin medio yang berarti antara. Selain itu, kata media merupakan bentuk jamak dari medium, yang berarti perantara atau pengantar secara harfiah dan dapat diartikan sebagai alat komunikasi yang digunakan untuk membawa informasi dari satu sumber kepada penerima. Jika dihubungkan dengan pembelajaran, media dimaknai sebagai alat komunikasi yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk membawa informasi berupa materi ajar dari pengajar kepada peserta didik sehingga peserta didik menjadi lebih tertarik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.

AECT (dalam http://www.endonesa.wordpress.com, 1977: 162) menyebutkan sebagai berikut.

Secara etimologi, kata media merupakan bentuk jamak dari medium, yang berasal dan Bahasa Latin medius yang berarti tengah. Sedangkan dalam Bahasa Indonesia, kata medium dapat diartikan sebagai antara atau sedang sehingga pengertian media dapat mengarah pada sesuatu yang mengantar atau meneruskan informasi (pesan) antara sumber (pemberi pesan) dan penerima pesan. Media dapat diartikan sebagai suatu bentuk dan saluran yang dapat digunakan dalam suatu proses penyajian informasi.

Berikut ini beberapa pendapat para ahli komunikasi atau ahli bahasa tentang pengertian media yaitu:

  1. Orang, material, atau kejadian yang dapat menciptakan kondisi sehingga memungkinkan siswa dapat memperoleh pengetahuan, keterapilan, dan sikap yang baru, dalam pengertian meliputi buku, guru, dan lingkungan sekolah (Gerlach dan Ely dalam Ibrahim;www.endonesa.wordpress.com).
  2. Saluran komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan antara sumber (pemberi pesan) dengan penerima pesan (Blake dan Horalsen dalam Latuheru, 1988:11;www.endonesa.wordpress.com)
  3. Komponen strategi penyampaian yang dapat dimuati pesan yang akan disampaikan kepada pembelajar bisa berupa alat, bahan, dan orang (Degeng, 1989:142 dalam http://www.endonesa.wordpress.com)
  4. Media sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dan pengirim pesan kepada penerima pesan, sehingga dapat merangsang pildran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa, sehingga proses belajar mengajar berlangsung dengan efektif dan efesien sesuai dengan yang diharapkan (Sadiman, dkk., 2002:6 dalam http://www.endonesa.wordpress.com)
  5. Alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi, yang terdiri antara lain buku, tape-recorder, kaset, video kamera, video recorder, film, slide, foto, gambar, grafik, televisi, dan komputer (Gagne dan Briggs dalam Arsyad, 2002:4;www.endonesa.wordspress.com)

Sedangkan pengertian pembelajaran yaitu “sesuatu yang dilakukan oleh siswa, bukan dibuat untuk siswa. Pembelajaran pada dasarnya merupakan upaya pendidik untuk membantu peserta didik melakukan kegiatan belajar” (Isjoni, 2009:14). Pembelajaran adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional, untuk membuat siswa belajar secara aktif, yang menekankan pada penyediaan sumber belajar (Dimyati & Mudjiono dalam Sagala, 2005: http://instructionaltheorycourse.blogspot.com/). Dalam UUSPN No.20 Tahun 2003 (dalam Sagala, 2005: http://instructionaltheorycourse.blogspot.com/) menyebutkan “pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar”. Pembelajaran adalah suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Surya, 2004).

Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah alat, bahan, atau teknik yang digunakan untuk menyampaikan informasi agar terjadi interaksi edukatif antara pendidik dan peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar.

  1. Fungsi Media Pembelajaran

Penggunaan media pembelajaran sangat diperlukan dalam proses belajar mengajar. Menurut Nugraha (dalam http://yudinugraha.co.cc/, 2008) ”ada dua fungsi utama media pembelajaran yang perlu kita ketahui. Fungsi pertama media adalah sebagai alat bantu pembelajaran, dan fungsi kedua adalah sebagai media sumber belajar.”

Dari kedua fungsi utama yang telah dikemukakan di atas dapat ditelaah dalam penjelasan di bawah ini :

  1. Media pembelajaran sebagai alat bantu dalam pembelajaran

Dalam proses belajar mengajar, materi yang diberikan oleh guru atau pendidik sangat bervariasi. Tingkat kesukaran materi yang disampaikan juga sangat bervariasi, ditambah lagi tingkat pemahaman anak didik yang berbeda-beda. Oleh karena itu diperlukan alat bantu berupa media. Dalam hal ini media pembelajaran berfungsi sebagai alat bantu untuk mempercepat proses pemahaman anak didik terhadap materi yang diajarkan (Nugraha dalam http://yudinugraha.co.cc/, 2008)

  1. Media pembelajaran sebagai sumber belajar

Sumber belajar merupakan segala sesuatu yang digunakan dalam proses belajar mengajar berupa bahan atau materi yang dapat dijadikan acuan dan media merupakan salah satu diantaranya sumber belajar tersebut (Nugraha dalam http://yudinugraha.co.cc/, 2008)

Menurut Wayan (dalam http://ajangmulyadi.files.wordpress.com/, 2007) fungsi media dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut:

  1. Menyaksikan benda yang ada atau peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Dengan perantaraan gambar, potret, slide, film, video, atau media yang lain, siswa dapat memperoleh gambaran yang nyata tentang benda/peristiwa sejarah.
  2. Mengamati benda/peristiwa yang sukar dikunjungi, baik karena jaraknya jauh, berbahaya, atau terlarang. Misalnya, video tentang kehidupan harimau di hutan, keadaan dan kesibukan di pusat reaktor nuklir, dan sebagainya.
  3. Memperoleh gambaran yang jelas tentang benda/hal-hal yang sukar diamati secara langsung karena ukurannya yang tidak memungkinkan, baik karena terlalu besar atau terlalu kecil. Misalnya dengan perantaraan paket siswa dapat memperoleh gambaran yang jelas tentang bendungan dan kompleks pembangkit listrik, dengan slide dan film siswa memperoleh gambaran tentang bakteri, amuba, dan sebaginya.
  4. Mendengar suara yang sukar ditangkap dengan telinga secara langsung. Misalnya, rekaman suara denyut jantung dan sebagainya.
  5. Mengamati dengan teliti binatang-binatang yang sukar diamati secara langsung karena sukar ditangkap. Dengan bantuan gambar, potret, slide, film atau video siswa dapat mengamati berbagai macam serangga, burung hantu, kelelawar, dan sebagainya.
  6. Mengamati peristiwa-peristiwa yang jarang terjadi atau berbahaya untuk didekati. Dengan slide, film, atau video siswa dapat mengamati pelangi, gunung meletus, pertempuran, dan sebagainya.
  7. Mengamati dengan jelas benda-benda yang mudah rusak/sukar diawetkan. Dengan menggunakan model/benda tiruan siswa dapat memperoleh gambaran yang jelas tentang organ-organ tubuh manusia seperti jantung, paru-paru, alat pencernaan, dan sebagainya.
  8. Dengan mudah membandingkan sesuatu. Dengan bantuan gambar, model atau foto siswa dapat dengan mudah membandingkan dua benda yang berbeda sifat ukuran, warna, dan sebagainya.
  9. Dapat melihat secara cepat suatu proses yang berlangsung secara lambat. Dengan video, proses perkembangan katak dari telur sampai menjadi katak dapat diamati hanya dalam waktu beberapa menit. Bunga dari kuncup sampai mekar yang berlangsung beberapa hari, dengan bantuan film dapat diamati hanya dalam beberapa detik.
  10. Dapat melihat secara lambat gerakan-gerakan yang berlangsung secara cepat. Dengan bantuan film atau video, siswa dapat mengamati dengan jelas gaya lompat tinggi, teknik loncat indah, yang disajikan secara lambat atau pada saat tertentu dihentikan.
  11. Mengamati gerakan-gerakan mesin/alat yang sukar diamati secara langsung. Dengan film atau video dapat dengan mudah siswa mengamati jalannya mesin 4 tak, 2 tak, dan sebagainya.
  12. Melihat bagian-bagian yang tersembunyi dari sutau alat. Dengan diagram, bagan, model, siswa dapat mengamati bagian mesin yang sukar diamati secara langsung.
  13. Melihat ringkasan dari suatu rangkaian pengamatan yang panjang/lama. Setelah siswa melihat proses penggilingan tebu atau di pabrik gula, kemudian dapat mengamati secara ringkas proses penggilingan tebu yang disajikan dengan menggunakan film atau video (memantapkan hasil pengamatan).
  14. Dapat menjangkau audien yang besar jumlahnya dan mengamati suatu obyek secara serempak. Dengan siaran radio atau televisi ratusan bahkan ribuan mahasiswa dapat mengikuti kuliah yang disajikan seorang profesor dalam waktu yang sama.
  15. Dapat belajar sesuai dengan kemampuan, minat, dan temponya masing-masing. Dengan modul atau pengajaran berprograma, siswa dapat belajar sesuai dengankemampuan, kesempatan, dan kecepatan masing-masing.

  1. Macam-Macam Media Pembelajaran

Seels & Glasgow (dalam Arsyad, 2002:33;www.endonesa.wordpress.com) menyimpulkan “dari segi perkembangan teknologi, media pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi dua kategori luas, yaitu pilihan media tradisional dan pilihan media teknologi mutakhir”. Dijelaskan lebih lanjut bahwa pilihan media tradisional dapat dibedakan menjadi:

  1. Visual diam yang diproyeksikan, misal proyeksi opaque (tak tembus pandang), proyeksi overhead, slides, dan filmstrips.
  2. Visual yang tidak diproyeksikan, misal gambar, poster, foto, charts, grafik, diagram, pemaran, papan info.
  3. Penyajian multimedia, misal slide plus suara (tape), multi-image.
  4. Visual dinamis yang diproyeksikan, misal film, televisi, video.
  5. Cetak, misal buku teks, modul, teks terprogram, workbook, majalah ilmiah/berkala, lembaran lepas (hand-out).
  6. Permainan, misal teka-teki, simulasi, permainan papan.
  7. Realia, misal model, specimen (contoh), manipulatif (peta, boneka).

Sedangkan pilihan media teknologi mutakhir dibedakan menjadi:

  1. Media berbasis telekomunikasi, misal teleconference, kuliah jarak jauh.
  2. Media berbasis mikroprosesor, misal computer-assistted instruction, permainan komputer, sistem tutor intelejen, interaktif, hypermedia, dan compact (video) disc.

Rudy Bretz (1971, dalam http://alhafizh84.wordpress.com/) menggolongkan media berdasarkan tiga unsur pokok (suara, visual dan gerak) sebagai berikut:

  1. Media audio
  2. Media cetak
  3. Media visual diam
  4. Media visual gerak
  5. Media audio semi gerak
  6. Media visual semi gerak
  7. Media audio visual diam
  8. Media audio visual gerak

Anderson (1976, dalam http://alhafizh84.wordpress.com/) menggolongkan menjadi 10 media sebagai berikut:

  1. Audio, seperti kaset audio, siaran radio, CD, telepon
  2. Cetak, seperti buku pelajaran, modul, brosur, leaflet, gambar
  3. Audio-cetak, seperti kaset audio yang dilengkapi bahan tertulis
  4. Proyeksi visual diam, seperti Overhead transparansi (OHT), film bingkai (slide)
  5. Proyeksi audio visual diam , seperti film bingkai slide bersuara
  6. Visual gerak, seperti film bisu
  7. Audio visual gerak, seperti film gerak bersuara, Video/VCD, Televisi
  8. Obyek fisik, seperti Benda nyata, model, spesimen
  9. Manusia dan lingkungan, seperti guru, pustakawan, laboran
  10. Komputer, seperti CAI

Schramm (1985, dalam http://alhafizh84.wordpress.com/) menggolongkan media berdasarkan kompleksnya suara, yaitu: media kompleks (film, TV, Video/VCD,) dan media sederhana (slide, audio, transparansi, teks). Selain itu menggolongkan media berdasarkan jangkauannya, yaitu media masal (liputannya luas dan serentak / radio, televisi), media kelompok (liputannya seluas ruangan / kaset audio, video, OHP, slide, dll), media individual (untuk perorangan / buku teks, telepon, CAI).

Henrich, dkk (dalam http://alhafizh84.wordpress.com/) menggolongkan macam-macam media sebagai berikut:

  1. Media yang tidak diproyeksikan
  2. Media yang diproyeksikan
  3. Media audio
  4. Media video
  5. Media berbasis komputer
  6. Multi media kit.

Media pembelajaran merupakan komponen intruksional yang meliputi pesan, orang, dan peralatan. Menurut Syaifulbahri Djamarah dan Aswan Zain (dalam http://sayhusaini.blogspot.com/2009/03/macam-macam-media-pembelajaran-dan.html), “media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau informasi pesan”. Dalam perkembangannya media pembelajaran mengikuti perkembangan teknologi. Berdasarkan perkembangan teknologi tersebut, media pembelajaran dikelompokkan kedalam empat kelompok yaitu:

  1. Media hasil teknologi cetak

Teknologi cetak adalah cara untuk menghasilkan atau menyampaikan materi, seperti buku dan materi visual statis terutama melalui proses percetakan mekanis atau photografis. Kelompok media hasil teknologi cetak antara lain: teks, grafik, foto atau representasi fotografik.

  1. Media hasil teknologi audio visual

Teknologi audio visual adalah cara menyampaikan materi dengan menggunakan mesin-mesin mekanis dan elektronis untuk menyajikan pesan-pesan audio visual. Penyajian pengajaran secara audio visual jelas bercirikan pemakaian perangkat keras selama proses pembelajaran, seperti: mesin proyektor film, tape recorder, proyektor visual yang lebar.

  1. Media hasil teknologi yang berdasarkan komputer

Teknologi berbasis komputer merupakan cara menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan sumber-sumber yang berbasis micro-prosesor. Berbagai aplikasi teknologi berbasis komputer dalampembelajaran ummumnya dikenal sebagai computer assisted instruction. Aplikasi tersebut apabila dilihat dari cara penyajian dan tujuan yang ingin dicapai meliputi tutorial, penyajian materi secara bertahap, drills end practice latihan untuk membantu siswa menguasai materi yang telah dipelajari sebelumnya, permainan dan simulasi (latihan untuk mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang baru dipelajari dan basis data (sumber yang dapat membantu siswa menambahh informasi dan penegtahuan sesuai dengan keinginan masing-masing ).

  1. Media hasil gabungan teknologi cetak dan teknologi komputer
    Teknologi gabungan adalah cara unntuk menghasilkan dan menyampaikan materi yang menggabungkan pemakaian beberapa bentuk media yang dikendalikan komputer. Komputer yang memiliki kemampuan yang hebat seperti jumlah random akses memori yang besar, hard disk yang besar, dan monitor yang beresolusi tinggi ditambah dengan pararel (alat-alat tambahan), seperti:
    video disk player, perangkat keras untuk bergabung dalam suatu jaringan dan sistem audio.
  1. Pengaruh Media Pembelajaran

Secara umum pengaruh media pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar yaitu :

  1. Dapat meningkatkan daya pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan oleh guru.
  2. Dapat meningkatkan daya tarik siswa terhadap materi pelajaran yang diberikan.
  3. Dapat membantu siswa untuk lebing mengembangkan pikirannya dalam memahami suatu hal

Pemanfaatan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar perlu direncanakan dan dirancang secara sistematik agar media pembelajaran itu efektif untuk digunakan dalam proses belajar mengajar.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

  1. Media pembelajaran adalah alat, bahan, atau teknik yang digunakan untuk menyampaikan informasi agar terjadi interaksi edukatif antara pendidik dan peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar.
  2. Media pembelajaran mempunyai 2 fungsi utama, yaitu sebagai alat bantu pembelajaran dan sebagai media sumber belajar.
  3. Media pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi:
  1. Media Audio
  2. Media Visual
  3. Media Audio Visual
  4. Media Serbaneka, yaitu:
  1. Papan tulis dan papan pajangan
  2. Media tiga dimensi
  3. Media teknik dramatisasi
  4. Sumber belajar pada masyarakat
  5. Belajar terprogram
  6. Komputer
  1. Pengaruh media pembelajaran dalm proses belajar mengajar diantaranya :
  1. Dapat meningkatkan daya pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan oleh guru.
  2. Dapat meningkatkan daya tarik siswa terhadap materi pelajaran yang diberikan.
  3. Dapat membantu siswa untuk lebing mengembangkan pikirannya dalam memahami suatu hal

B. Saran

Media pembelajaran merupakam komponen yang penting dalam proses belajar mengajar. Oleh karena itu, pemanfaatan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar perlu direncanakan dan dirancang secara sistematik agar media pembelajaran itu efektif untuk digunakan dalam proses belajar mengajar. Selain itu, para pendidik hendaknya menggunakan media pembelajaran yang lebih bervariasi agar memudagkan para peserta didik dalam memahami materi pelajaran yang disampaikan.

DAFTAR RUJUKAN

Nugraha, Yudi. 2008. Media Pembelajaran dalam Pendidikan (http://yudinugraha.co.cc/, diakses 12 Oktober 2009)

Widyartono, Didin. Media Pembelajaran ( www.endonesa.wordpress.com, diakses 12 Oktober 2009)

Kusuma Dewi, Damajanti. 2009. Definisi Pembelajaran (http://instructionaltheorycourse.blogspot.com/, diakses 24 Desember 2009)

Muthoharoh, Hafiz. 2009. Macam-Macam Media Pembelajaran (http://alhafizh84.wordpress.com/, diakses 12 Oktober 2009)

Husaini, Abuya. 2009. Macam-Macam Media Pembelajaran dan Karakteristiknya (http://sayhusaini.blogspot.com/2009/03/macam-macam-media-pembelajaran-dan.html diakses 24 Desember 2009)

About these ads
 

2 Responses to “PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP DUNIA PENDIDIKAN”

  1. alhafizh84 Says:

    As..salam kenal, saya Hafiz Muthoharoh, S.Pd.I., terima kasih telah menjadikan tulisan di blog saya ( http://alhafizh84.wordpress.com ). mudah-mudahan bermanfaat..aamiin…!!! ws

    Mohon kunjungan kembali ke blog saya and isikan nama beserta e-mail anda di halaman “Ada Buku Tamu”. jzklh


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.